Sejarah Arsenal



Berdiri: 1886
Alamat: Emirates Stadium, Drayton Park, London N5 England
Telepon: 020 7704 4000
Faksimile: 020 7704 4001
Surat Elektronik: website@arsenal.co.uk
Laman Resmi: http://www.arsenal.com
Ketua: Peter Hill-Wood
Direktur: Ken Friar, Sir Chips Keswick, Lord Harris of Peckham, Stanley Kroenke
Stadion: Emirates
Sejarah Singkat
Arus gelar Arsenal praktis terhenti sejak musim 2004/05. Di kancah liga, Arsenal malah belum lagi berhasil merebut gelar juara sejak kali terakhir melakukannya lima musim lalu. Mungkin ini menjadi bukti kalau kebijakan penggunaan pemain muda yang dikedepankan Arsene Wenger belakangan ini belum membuahkan hasil. Tapi, harus dilihat pula faktor finansial yang menyulitkan Arsenal dalam proses transfer pemain, terutama musim panas ini.

Arsenal didirikan pada 1886 dan dalam satu dasawarsa terakhir Arsenal berkembang pesat menjadi klub yang kekuatannya diperhitungkan. Semua dimulai ketika Wenger bertugas di Highbury. Wenger berhasil mengubah wajah tradisional klub menjadi klub modern yang mampu meraih banyak gelar. Tiga gelar Liga Primer dan empat trofi Piala FA mampu dipersembahkan Wenger selama 13 tahun kiprahnya.

Pada 2006, modernisasi Arsenal kian mewujud ketika klub pindah stadion dari markas lama Highbury ke stadion Emirates di kawasan Ashburton Grove. Arsenal juga menjadi salah satu klub terkaya di Inggris dengan nilai pasar melebihi €277 juta. Tim sepakbola wanita Arsenal juga dikenal sebagai klub paling sukses di Inggris Raya.

Sejarah Liverpool


Liverpool FC atau yang lebih dikenal dengan sebutan The Red adalah salah satu klub bola tersukses dalam Liga Inggris, Liverpool sendiri diambil dari nama sebuah kota di Inggris.

Klub yang sudah beberapa kali memenangkan trovi Liga Inggris maupun Champions dan Piala FA, memiliki sebuah stadion di Anfield yang letaknya beberapa kilometer dari jatung kota Liverpool.

Stadion Anfield atau lengkapnya The Anfield Stadium mempunyai kapasitas kurang lebih 45.400 kursi, dibuka pada tahun 1884 dan langsung digunakan untuk pertandingan oleh Everton FC.

Hingga akhirnya pada tahun 1892 sampai dengan sekarang stadion tersebut digunakan oleh Liverpool FC, dan merupakan kebanggaan tersendiri untuk klub tersebut. Begitu banyak torehan sejarah yang telah diciptakan dalam stadion tersebut baik yang membanggakan maupun tragedy yang tidak diinginkan.

Dalam perjalanannya stadion tersebut sudah mengalami beberapa renovasi yang dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para penonton dan juga pemainnya.

Didirikan pada tanggal 15 Maret 1892 oleh John Houlding, Liverpool FC mempunyai lambang utama seekor burung dengan kombinasi tameng dan beberapa tulisan, namun dalam perjalanannya lambang atau logo klub tersebut mengalami banyak perubahan dengan tanpa merubah warna dan gambar burung “Liver Bird” itu sendiri.

Perubahan tersebut terjadi karena adanya pergantian sponsor untuk kostum para pemain Liverpool dari UMBRO ke REEBOK pada tahun 1985. Hingga saat ini Liverpool sudah mengalami tiga kali pergantian sponsor untuk pemasok kostum, yaitu :

Tahun : 1973 – 1985 : Umbro
1985 – 2006 : Reebok
2006 – 2012 : Adidas
2012 – : Warrior

Selain sponsor yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kostum para pemain dan klub tersebut, Liverpool FC juga mempunyai sponsor guna menghandle biaya-biaya ataupun pengeluaran untuk memfasilitasi kegiatan serta kejuaraan yang diikuti. Seperti dari Hitachi, Crown Paints, Candy, Carlsberg dan Standard Chartered.

Masa keemasan Liverpool FC pernah dilewati sekitar tahun 1970 sampai dengan 1980, dengan para pemain-pemain hebatnya seperti Kenny Dalglish dan Ian Rush yang telah menciptakan banyak gol disepanjang musim.

Sedangkan untuk pelatih Bill Shankly menjadi salah satu pelatih terbaik pada klub tersebut, Shankly disebut sebagai pelatih yang sukses membangkitkan kembali Liverpool FC pada keterpurukannya selama delapan musim.

Sehingga untuk mengenang jasanya pada pintu masuk stadion Anfield dibuatkan patung bersejarah Bill Shankly, yang tidak lain untuk menghormati segala jasa dan kerja keras yang telah diberikan oleh klub ternama di kota Inggris.

Perjalananya Liverpool pun tidak selalu mulus, tragedy Heysel pada tahun 1985 dan 1989 tragedi Hillsborough telah membuat klub di Inggris tidak bisa mengikuti ajang kejuaran piala Eropa selama lima tahun, begitu juga yang terjadi dengan Liverpool FC.

Hal tersebut tentunya sangat disayangkan karena bisa menghambat perjalanan karir para klub di Inggris, namun setidaknya setelah tragedy tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil untuk tetap menjaga sportifitas baik pemain atau para pendukung dari masing-masing klub.

Liverpool FC mempunyai tim yang cukup solid serta kompeten dalam bidangnya masing-masing dan mempunyai peran sama penting antara satu sama lain, mulai dari manager, pelatih, tim medis dan juga para fisiotherapis. Dari setiap professi tersebut (Manager, Pelatih, Tim Medis) mempunyai assisten tersendiri untuk memaksimalkan kinerja masing-masing tim, hal tersebut tentunya sangat membantu dalam eksistensi Liverpool FC diantara klub-klub lainnya yang tidak kalah hebat dalam Liga Inggris.

Sumber

SEJARAH MANCHESTER UNITED


Cikal bakal Manchester United bermula pada 1878. Pada awalnya klub ini bernama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway F.C, sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Tim ini pada awalnya hanya bermain melawan departemen lain di perusahaan kereta api.

Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway lalu bergabung dengan Football Alliance dan berkompetisi pada musim 1892-93 di Divisi I (setara Premier League saat ini). Klub ini meringkas namanya menjadi Newton Heath FC. Setelah dua musim, mereka harus terdegradasi ke Divisi II.

Pada Januari 1902 Newton Heath nyaris bangkrut karena memiliki hutang yang cukup banyak. Saat itu kapten tim, Harry Stafford bertemu dengan empat pebisnis termasuk John Henry Davies. Davies akhirnya mau menanamkan modal pada tim dan menjadi pemimpin klub. Akhirnya, tepat pada 24 April 1902 Newton Heath berganti nama menjadi Manchester United. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

MU lalu promosi ke Divisi I setelah menjadi runner-up 1905-06. Pada 1907-08 MU untuk pertama kalinya menjadi juara Divisi I. Kesuksesan itu dilengkapi dengan gelar Charity Shield pada tahun yang sama.

Red Devils ? julukan MU ? baru bisa kembali menjadi juara pada 1910-11. Pada saat itu MU mulai menggunakan Stadion Old Trafford. Namun, sekretaris klub Ernest Mangnall memutuskan untuk hengkang ke Manchester City. Tanpa Mangnall, selama 41 tahun MU tak meraih 1 gelar pun, bahkan mereka harus naik-turun divisi.

Pada 1922, MU harus terdegradasi setelah 10 tahun bermain di Divisi I. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas Divisi I. MU bahkan harus terdegrasi ke Divisi II pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang  sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi II pada 1934.

Kedatangan Sir Matt Busby sebagai manajer tim pada 1945 mengubah peruntungan MU. Dia memberikan hal yang berbeda untuk MU. Busby menunjuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Ternyata kebijakan Busby berbuah manis. Setahap demi setahap MU berhasil disulap dari tim yang sering naik turun divisi menjadi tim papan atas yang selalu bersaing merebut gelar juara.

Busby sukses membawa MU merebut juara Divisi I pada 1951-52, gelar perdana sejak 1910-11. Kegemilangan MU berlanjut pada musim 1955-56. MU kembali menjadi juara liga dengan rata-rata pemain hanya berusia 22 tahun dan mencetak 103 gol. Musim selanjutnya, Red Devils kembali menjadi juara liga dan menembus final Piala FA sebelum dikalahkan Aston Villa. MU tercatat sebagai tim Inggris pertama yang berpartisipasi di Piala Champions. Dalam partisipasi pertamanya, MU sempat membantai juara Belgia, Anderlecht dengan skor 10-0 yang merupakan kemenangan terbesar sepanjang sejarah mereka.

Pada 6 Februari 1958, tragedi menghampiri MU. Usai kemenangan melawan tuan rumah Red Star Belgrade di perempatfinal Piala FA, pesawat British European Airways yang membawa para pemain MU hendak mendarat di Munich untuk mengisi bahan bakar. Naas, pesawat itu mengalami kecelakaan saat hendak mendarat. Peristiwa yang terkenal dengan tragedi Munich itu merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.

Beruntung, Matt Busby selamat dari kecelakaan itu. Dia lalu kembali membangun tim. Kerja keras Busby berbuah hasil dengan gelar Piala FA pada 1963. MU lalu melengkapi kejayaan dengan gelar Divisi I pada 1965-67. Masa emas Matt Busby di MU mencapai puncaknya pada musim 1967-68. MU berhasil menjadi juara Piala Champions dengan menaklukkan Benfica 4-1 di partai puncak. Mereka menjadi klub Inggris pertama yang merebut gelar bergengsi tersebut.

Matt Busby lalu mengundurkan diri pada tahun 1969. Pasca ditinggal Busby, MU sulit bersaing merebut gelar juara. Mereka bahkan harus
terdegradasi pada 1974. MU akhirnya kembali meraih gelar pada 1977, menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Liverpool di partai puncak. MU kembali menjuarai Piala FA pada 1983 dan 1985, namun masih kesulitan untuk menjadi yang terbaik di liga.

Kedatangan Sir Alex Ferguson pada 1986 membuat MU kembali menjadi klub yang disegani. Sempat tak meraih gelar selama 4 tahun, Ferguson akhirnya membawa MU menjuarai Piala FA pada 1990. Kemenangan itu menjadi awal bagi gelar-gelar MU selanjutnya di era Ferguson.

Ferguson membawa MU mendominasi Liga Inggris sejak era Premier League. Red Devils berhasil menjadi juara pada 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002?03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011 berkat tangan dingin manajer asal Skotlandia ini.

Musim 1998-99 bisa dibilang sebagai puncak kesuksesan Fergie di MU. Dia membawa MU menjadi satu-satunya tim Inggris yang merebut treble winners, yakni Piala FA, Liga Champions dan Premier League. Kini di usianya yang sudah menginjak 70 tahun, Fergie terus membawa MU menjadi tim papan atas yang selalu bersaing di Inggris dan Eropa.

Prestasi Manchester United

Liga
Divisi I (sampai 1992) dan Premier League: 19
1907?08, 1910?11, 1951-52, 1955-56, 1956?57, 1964?65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01,  2002?03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011
Divisi II: 2
1935?36, 1974?75

Piala
Piala FA: 11
1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
Piala Carling: 4
1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
FA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa
Liga Champions: 3
1968, 1999, 2008
Piala Winners: 1
1991
Piala Super: 1
1991

Internasional
Piala Intercontinental: 1
1999
Piala Dunia Antarklub FIFA: 1
2008
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Bola - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger